Dear seseorang di sana...
Entahlah... aku tidak yakin bila kau pernah menerima surat cinta sebelumnya. Bukan karena kau tidak istimewa, melainkan karena tidak semua orang tahu kau istimewa. Tapi aku tahu. Ya... aku tahu. Kau begitu istimewa di tengah semua kekurangan dan kekeraskepalaanmu. Di milyaran kesabaran, kerling kebisuan, dan gunung hasratmu. Jika banyak yang terganggu, aku tidak. Jika banyak yang menggerutu, aku hanya tertawa dan merapat padamu. Jika ditanya mengapa aku begitu, aku tak tahu. Mungkin memang benar. INILAH CINTA.
Kau datang saat aku mulai menuai harapan. Aku tak pernah bermimpi lebih. Hanya ingin menjadi sederhana. That's all. Dan sekarang, aku dapatkan kau. Dengan semua kesederhanaanmu. Itu saja mungkin cukup bagiku. Ini juga satu hal yang menjadikan kau begitu istimewa di kota yang istimewa ini. DI YOGYAKARTA.
Aku tak tahu akan bagaimana akhirnya. Yang aku tahu, aku bahagia. AKU BAHAGIA BERSAMAMU.
Jika kelak datang jurang yang tak diharapkan, aku ingin kau mengerti sesuatu. Aku tak pernah menyesali semua hal yang telah kita lakukan dan lalui bersama. Beribu canda, ratusan tawa, literan air mata, berton-ton kegalauan, dan kwintalan kekonyolan. Aku akan selalu mengingat semua. TEREKAM TAK PERNAH MATI.
Setidaknya, kini aku bisa sedikit lega karena mengetahui satu kebenaran. Kau baru saja menerima surat cinta. Yah... kau sudah menerima surat cinta, meski hanya melalui dunia maya. LUAR BIASA!!!!
All my love.
^_^
Prima Nita.
